BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Berdasarkan kesepakatan global (Millenium
Development Goals/MDGs, 2010) pada Tahun 2025 diharapkan angka
kematian ibu menurun sebesar tiga seperempatnya dalam kurun waktu
2010-2025. Berdasarkan hal itu Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan
angka kematian ibu menjadi 102/100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi
dari 68 menjadi 23/1.000 kelahiran hidup, dan angka kematian balita 97 menjadi
32/1.000 kelahiran hidup pada Tahun 2025 (Depkes RI, 2014).
Data dari World
Health Organization (WHO) mengatakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya
meninggal saat hamil atau bersalin (Sarwono,2011,94). Angka kematian ibu di
Indonesia bahkan lebih tinggi dari angka kematian ibu di Negara anggota Association OfSouth East Asian Nations (ASEAN)
pada tahun 2011 tercatat 266/100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2012
mengalami penurunan menjadi 212/100.000 kelahiran hidup. Vietnam tercatat 96
per 100 ribu kelahiran hidup.Malaysia
30 per 100.000 kelahiran hidup dan Singapura 9 per 100.000 kelahiran hidup
(Hermansyah,2011,92).
Berdasarkan hasil SDKI Tahun 2011 tercatat bahwa
angka ibu melahirkan sebesar 228 per 100 ribu kelahiran dan angka SDKI 2012
tercatat sudah mulai turun perlahan bahwa angka kematian ibu melahirkan
tercatat sebesar 102 per seratus ribu kelahiran hidup dan angka kematian bayi
sebesar 23 per seribu kelahiran hidup (Republika, 2013,98).
Indonesia
adalah salah satu negara yang masih belum lepas dari angka kematian ibu (AKI)
yang tertinggi bahkan jumlah perempuan di Indonesia yang meninggal saat
melahirkan rekor tertinggi di Asia (Iman Firdaus, 2010).Sementara Kementerian Kesehatan
menargetkan untuk AKI 2015 menjadi 117/100.000 kelahiran hidup.
Di
Indonesia berdasarkan survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) kematian ibu
hamil sebesar(19%), Kematian ibu
bersalin sebesar (46%), dan kematian ibu nifas sebesar (35%). Sedikitnya 18 ribu
ibu meninggal
setiap tahun karena kehamilan dan persalinannya. Hal itu berarti setiap 1 jam
dua orang ibu meninggal karena persalinannya (Hermansyah, 2011,54).
Dengan
menganggap semua ibu memiliki resiko tinggi, Kematian ibu sebagian besar
disebabkan karena tiga faktor yaitu karena perdarahan sebesar 30,5% yang di sebabkan karena robekan jalan lahir
dan ruptur uteri pada saat persalinan dengan presentase bokong, infeksi sebesar 22,5% yang disebabkan karena kelainan letak
sehingga pada saat persalinan terjadi partus macet
dan berlangsung terlalu lama sehingga menimbulkan gejala infeksi dan
eklamsia sebesar 28%yang
di sebabkan karena tingginya tekanan darah ibu.
Hasil
Survei yang dilakukan Dinas Kesehatan di provinsi Sulawesi Selatan Pada tahun
2014 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 116/100.000 kelahiran
hidup, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2013
sebesar 104 /100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB di provinsi Sulawesi
Selatan Tahun 2015 yaitu 117/100.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Provinsi
Sulawesi Selatan, 2015).
Kehamilan dengan presentase bokong adalah suatu keadaan dimana janin terletak memanjang dengan
kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Hal ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang dapat mengakibatkan morbiditas
dan mortalitas terhadap ibu dan janinnya (Prawirohardjo,
2009, 206) Angka kejadian presentase bokong sebesar 1 dalam
300 persalinan atau sekitar 0,33%. Penegakan diagnosis presentase bokong dapat
dilihat dengan menggunakan ultrasonografi. (Manuaba, 2011,98).
Berdasarkan Data dari
rekam medik RSKD Ibu dan Anak SITI-FATIMAH Makassar pada tahun 2011 sekitar 2367 jumlah
pasien yang berkunjung terdapat 148 ibu hamil dengan presentase
bokong pada tahun 2012 dari 2860 pasien yang berkunjung terdapat 112 kasus ibu
hamil dengan presentase bokong, dan pada tahun 2013 sekitar 2367 jumlah pasien yang berkunjung
terdapat 104 ibu hamil dengan presentase bokong sedangkan pada tahun 2014 dari
2860 pasien yang berkunjung terdapat 125 kasus ibu hamil dengan presentase bokong (Rekam Medik RSKD Ibu dan Anak SITI-FATIMAH Makassar. Tanggal 27
Oktober 2015).
Melihat
permasalahan di atas penulis tertarik untuk membahas dalam Karya Tulis Ilmiah
(KTI) dengan Judul “Asuhan Kebidanan
Pada Ny “K” Gestasi 33 Minggu 2 Hari Dengan Presentase Bokong Di RSKD Ibu dan Anak SITI-FATIMAH Makassar
Tanggal 16-18 November 2015”
Untuk mendapatkan kelanjutan skripsinya
Silahkan download DISINI
NB:
Silahkan whatsapp di nomor ini untuk mendapatkan passwordnya (081242949477)


Post a Comment for "KTI Asuhan Kebidanan Pada Ny “K” Gestasi 33 Minggu 2 Hari Dengan Presentase Bokong "