“TOLAK PENDIDIKAN GAYA
BARAT MUNCULKAN PENDIDIKAN LOKALITAS
INDONESIA MENUJU NILAI MORALITAS”
Oleh : iwansyah (Ketua Umum HMI MPO
Komisariat STIKPER Gunung sari makassar)
Masalah pendidikan yang paling
mendesak adalah bukan menekankan pada efisiensi sekolah atau dunia kampus kita
tetapi lebih tentang bagaimana menciptakan dan menjaga masyarakat yang lebih
manusiawi”. Pendidikan merupakan salah satu alat transformasi sebuah nilai yang
ingin di lekatkan pada peserta didik baik nilau moralitas, kemanusiaan,
kebertuhanan, serta kebudayaan sebab dengan sistem pendidikan mampu membuat
marubah dari hal yang tidak tau menjadi tau. Akan tetapi sebuah fenomena besar
yang telah terjadi pada pendidikan di jaman post moderen sekarang seolah
terjadi krisis nilai pada semua aspek terutama pada moralitas bangsa kita.
Pertanyaan kemudia apakah
nilai-nilai moralitas dan spritualitas di dunia pendidikan telah ditanamkan
pada peserta didik pada generasi penerus cita bangsa ? jawabannya, ada pada
guru dan dosen yang memberikan proses pengajaran, pembimbingan dan memberikan
contoh pada setia pendidikan yang baik.
Semoga saja hal itu telah terlaksan di dunia pendidikan sekarang ini. Walaupun
seharusnya kebanyak orang-orang yang berpendidikan merusak bangsa ini seperti
korupsi yang tercemar di mana-mana.
Pendidikan yang baik adalah
pendidikan yang memiliki budaya yang berkarakter, terbebas dari hegemoni
kekuasaan dan kekuatan ekonomi, sehingga tercipta masyarakat terdidik dan
tercerahkan dalam nuansa romantisme ketercerahan.
Pendidikan adalah kebudayaan yang
sedang berlangsung dan tidak dapat di pisahkan dari sifat sifat kebudayaan
proses dan sistem pendidikan yang selama ini kita jadikan sebagai kurikulum yang
bersumber dari barat musti di runtuhkan karena sangat tidak cocok dengan
kebudayaan masyarakat kita. Kebudayaan sistem barat hanya mementikan orientasi
intelektualitas dan menyampingkan nilai-nila emosional dan spritualitas di
dunia pendidikan. Tidaklah mengherankan jika pendidikan di indonesia mengalami
krisis moralilat yang sebenarnya akarnya menancap di dunia pendidikan.
Arus utama pendidikan adalah sebuah
proses memanusiakan manusia. Menjadikanya lebih kreatif dan mampu mengembangkan
potensi yang masih tertidur di dalam jiwa manusia. Tapi yang terjadi sebuah
fenomena yang kian mengkristal, tak luput dari nuansa perkembangan pendidikan
kita yang telah lalai dari cita luhurnya yaitu menciptakan pencerahan dan telah
bergeser menjadi sebuah kontrak sosial bagi pemegang saham di dunia. Pendidikan
yang di canangkan sebagai modal utama dalam membangun peradaban yang tercerah
hanya menjadi simbol belakang, sementara di balik semua itu ada topeng ekonomi yang menjadi basis utama dalam
menebalkan kantong para pelakon.
Pendidikan yang di landasi oleh
budaya materialistik (pendidikan gaya barat), akan menghasilkan manusia-manusia
serakah, sebailknya pendidikan yang berbasis lokalitas (memakar pada budaya
memanusiakan manusia) akan menghasilkan manusia yang memiliki nilai-nilai
moralitas. Budaya lokal yang ada di negeri ini menjunjung tinggi kebertuhanan,
kemanusiaan, dan keberadaannya di alam semesta.
Kearifan lokal jika di tanamkan akan
membentuk karakter peserta didik yang tangguh , dan kokoh walaupun di hempas
badai moralitas bangsa kita yang telah kian terhanyut oleh keresakahan akan
kekuasaan dan keuangan . perbedaan latar pendidikan dan latar budaya, yang
berbeda merupakan pola interaksi sosial yang terus menerus berlanjut sebagai
bagian dari proses mencari jati diri manusia. Sesungguhnya keberadaan
pendidikan sebagai alat untuk menemukannya sebuah nilai yang sebenarnya telah
tertanam di dalam diri manusia dengan pendidikanlah kita dapat menggali nilai
luhur itu agar bisa menjadi manusia yang
lebih baik. Sehingga seluruh masyarakat dapat menciptakan sebuah peradaban baru
yang tercerahkan dengan ilmu pengetahuan lokal yang memiliki nurani dan
keimanan.
Masyarakat yang tercerahkan akan
melahirkan kedamain, keadilan yang
merupakan cita bangsa ini yang telah
lama menggeliat di dalam masyarakat.
Moderen haus akan kelapar dan kekuasaan yang kadang menghalalkan segala cara
untuk memenuhi hasrat-hasratnya , namun dengan adanya sebuah budaya kearifan
lokal yang di tanamkan melalui pendidikan, akan mengantarkan bangsa ini
mengembalikan harkat dan martabat yang telah kehilangan bentuk.
*Penulis
iwansyah jurusan S1 keperawatan di STIKPER Gunung Sari Makassar, (087840540443)
,bank BRI SYARI”AH (5084-01-005958-53-4,
atas nama IWANSYAH) *
Post a Comment for "“TOLAK PENDIDIKAN GAYA BARAT MUNCULKAN PENDIDIKAN LOKALITAS INDONESIA MENUJU NILAI MORALITAS”"