Keseksianmu Membunuh Profesiku (Perawat)


Literasi Perawat ~ Belum lama ini, sebagian dari kita merayakan sebuah kegiatan perayaan yang cukup unik, Hallowen, yang tiap tahunya diadakan setiap tanggal 31 oktober merupakan perayaan dalam mengenang orang yang sudah meninggal dunia, dalam sistem kalender Liturgi. Bagi orang yang merayakan, mereka akan berdandan dengan kostum seram, dan akan mendatangi rumah-rumah tetangga dan memberikan tantangan berupa trick or treat.

Namun ironis, pada hampir setiap perayaan hallowen yang diadakan di belahan dunia, tak terkecuali Indonesia, entah sengaja maupun tidak, selalu mendiskreditkan beberapa profesi tertentu, tak terkecuali perawat. Didalam perayaan hallowen, perawat selalu digambarkan dengan sosok yang menyeramkan, dengan darah yang bercucuran di sekujur tubuh, serta identik dengan pembunuh pasien. Hal ini sangat mengganggu kami para perawat dan para calon perawat, karena kami merasa profesi kami dilecehkan dengan gambaran seperti itu.

Tidak hanya profesi perawat dan saat hallowen saja, namun profesi kesehatan lain dan tempat-tempat yang berhubungan dengan tempat bekerja para tenaga kesehatan selalu di identikkan dengan tempat seram. Tak jarang, setiap Rumah Sakit, tempat fasilitas kesehatan, selalu diselimuti dengan kisah-kisah angker yang membuat pasien kadang enggan datang atau merasa kurang nyama di tempat tersebut karena khawatir dengan cerita mistis tersebut. Padahal, salah satu hal yang harus diperhatikan saat proses penyembuhan pasien adalah dengan mengurangi level anxiety atau level kecemasan pasien. Hal ini menjadi penting karena mood akan mempengaruhi suasana hati dan juga pikiran pasien. Semakin meningkat stress pasien, maka bisa jadi mempengaruhi tanda-tanda vital, terutama tekanan darah pasien, hal seperti ini bisa saja berbahaya bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi karena tekanan darah mereka sangat rawan tidak stabil.

Tidak hanya berhenti di sini saja, profesi perawat juga selalu menjadi objek penggambaran yang kurang etis. Seringkali kita temukan di jagat panggung hiburan, perawat selalu digambarkan dengan sosok yang jauh dari aslinya. Digambarkan dengan sosok yang seksi, berpakaian ketat, bahkan tidak jarang, perawat selalu digambarkan sebagai objek pelampiasan kebutuhan seks di rumah sakit. Hal ini juga tak kalah mengganggu kami para perawat, karena akibat penggambaran seperti ini, stigma perawat seksi tumbuh subur di masyarakat. Tak jarang sejawat kami bercerita, beberapa kali mereka mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pasien, akibat penggambaran seorang perawat seperti itu. Hal ini sangat berbahaya sekali bagi para perawat, karena tidak menutup kemungkinan, hal ini menimbulkan trauma mendalam bagi perawat. Dan mungkin saja, orang akan takut untuk bercita-cita menjadi seorang perawat karena takut akan mengalami pelecehan. Padahal, pemerintah bersama perawat sedang gencar-gencarnya melakukan peningkatan kualitas perawat dengan dilahirkannya Undang-Undang Keperawatan No.38 tahun 2014. Undang-undang ini akan menjadi sia-sia apabila masyrakat tidak mendukung profesi ini untuk menjadi baik, dengan tetap melakukan pelecehan-pelecehan dengan membuat gambaran perawat seksi atau pembunuh sebagai sebuah hiburan.

Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap hal ini cukup remeh, lebay, bahkan dianggap terlalu berlebihan dengan ketersinggungan para perawat akan fenomena ini. namun, menurut kami ini adalah hak bagi kami. Hak kami memperjuangkan kehormatan profesi kami. Meskipun banyak yang mencela bahwa proesi kami lebih rendah dari profesi kesehatan lain, karena kebanyakan mereka yang mengatakan itu tidak mengetahui tupoksi masing-masing profesi. Meskipun banyak yang mencela profesi kami karena kami hanya sebagai jongos, tukang bersih-bersih kotoran pasien, karena mereka tidak tahu aspek kebutuhan pasien yang harus dipenuhi dalam proses penyembuhan, bagaimana pemenuhan support ADL dan lain sebagainya.

Mulai saat ini, Stop pelecehan profesi perawat, profesi perawat bukanlah sebuah hal yang cukup lucu untuk dijadikan bahan lawakan. Profesi ini mulia, punya tujuan yang mulia, support kami para perawat dan calon perawat agar mampu mengembangkan profesi ini sebaik mungkin, bukan dengan menjadikan profesi ini bahan lelucon yang nyata tidak lucu adanya. Biarkan profesi ini berkembang secara semestinya tanpa ada embel-embel negatif yang secara nyata-nyata tidak ada pada kami. Perawat bukan pembunuh, perawat bukan objek pelampiasan hasrat seksual di rumah sakit.

Penulis:  M Akbar B
Kastrat ILMIKI Bersatu 2017-2019

http://suaraliterasiperawatindonesia.blogspot.co.id/ "Seorang penulis pemula yang sedang belajar mengasah diri menjadi lebih baik"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keseksianmu Membunuh Profesiku (Perawat) "

Post a Comment